Minggu, 08 November 2015

Tunarungu

 

        Siapakah Tunarungu ??
      Hearing impairment means loss in hearing, whether permanent or fluctualing, that adversely affects a child’s educational performance (the IDEA 04). Hearing impairment atau yang dapat kita sebut dengan tunarungu menurut pengertian di atas adalah kehilangan pendengaran baik yang tetap atau sementara yang dapat mempengaruhi pendidikan anak tersebut. Jika pengertian tunarungu dilihat menurut istilah, yang berarti “tuna” yang artinya kurang dan “rungu” yang artinya pendengaran. Kemudian menurut Andreas Dwijosumarto dalam Seminar Ketunarunguan di Bandung (1988) dalam Permanarian Somad dan Tati Hernawati (1996:27) mengemukakan “tunarungu dapat diartikan sebagai suatu keadaan kehilangan pendengaran yang mengakibatkan seseorang tidak dapat menangkap berbagai perangsang terutama melalui indera pendengaran”.  
        Menurut Heward & Orlansky (1988), “jika dalam proses mendengar tersebut terdapat satu atau lebih organ telinga bagian luar, organ telinga bagian tengah, dan organ telinga bagian dalam mengalami gangguan atau kerusakan disebabkan penyakit, kecelakaan, atau sebab lain yang tidak diketahui sehingga organ tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, keadaan tersebut dikenal dengan berkelainan pendengaran atau tunarungu”. Dari beberapa pengertian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa anak tunarungu adalah anak yang mengalami hambatan dan kekurangan dalam proses mendengarkan baik yang permanen/tetap atau sementara sehingga menyebabkan hambatan dalam proses pendidikan, berkomunikasi/interaksi sosial dan untuk mengurangi hambatannya serta mengembangkan bakat yang dimiliki, mereka membutuhkan pendidikan khusus untuk dapat hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.

Sumber :
Efendi, Mohammad. 2006. Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Gunarhadi. 2014. Learning English Through Special Education. Surakarta : Yuma Pustaka.
Santoso, Hargio. 2012. Cara Memahami & Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta : Gosyen Publishing.
Haenudin. 2013. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusu Tunarungu. Jakarta : PT Luxima Metro Media.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar