Rabu, 09 Desember 2015
PENGUMUMAN PEMENANG LKTI
PENGUMUMAN PEMENANG LKTI !!!!
SELAMAT ATAS 3 KARYA TERBAIK DALAM LOMBA KARYA TULIS ILMIAH NASIONAL YANG DIADAKAN OLEH HMP PLB FKIP UNS.
PERINGKAT 1 : Elok Yuswitasari , dkk. (UNS)dengan perolehan nilai 140 poin. KTI yang dibuat dapat dilihat di http://www.mediafire.com/download/203rd4x7isdobrt/ELOK+YUSWITASARI_UNS_KLETEKS+KESEIMBANGAN+ATN.pdf
PERINGKAT 2 : Diska Insyira Ramadhani, dkk. (UPI)dengan perolehan nilai 139 poin. KTI yang dibuat dapat dilihat di http://www.mediafire.com/download/g47c34nvxx6pep6/DISKA+INSYIRA+RAMADHANI_UPI_PENERAPAN+PEMBELAJARAN+TARI++%E2%80%9CDINDIN+BADINDIN%E2%80%9D+UNTUK+MENGOPTIMALKAN+KEMAMPUAN+MOTORIK+PADA++PENYANDANG+CEREBRAL+PALSY+PARAPLEGIA.pdf
PERINGKAT 3 : Hendrik Kusworo, dkk. (UNY) dengan perolehan nilai 138 poin. KTI yang dibuat dapat dilihat di http://www.mediafire.com/download/9dz78ttc9gdwbib/Hendrik_Koesworo__UNY__Senam_Si_Tommy.pdf
PERINGKAT 4 : Nabila Fitria, dkk. (UNS)
PERINGKAT 5 : Aldi Haryansyah, dkk. (UNS)
PERINGKAT 6 : Fajar Setyo Pranyoto, dkk.(UNY)
PERINGKAT 7 : Adinda Aqmarina Toriq, dkk. (UPI)
PERINGKAT 8 : Sayidatul Maslahah, dkk. (UNY)
PERINGKAT 9 : Zahrotunnisa, dkk. (UNS)
PERINGKAT 10: Ratna Tri Utami, dkk. (UPI)
PERINGKAT 11: Yuly Imawati, dkk. (UNY)
PERINGKAT 12: Sundari, dkk. (UNY)
PERINGKAT 13: Is Choliza, dkk. (UNS)
PERINGKAT 14: Novita Sari, dkk. (UNJ)
PERINGKAT 15: Kholipatussa’adah, dkk. (UNTIRTA)
PERINGKAT 16: Erik A. Kurniawan, dkk. (UNIMA)
PERINGKAT 17: Galang Qowiyyuridho, dkk. (UNY)
PERINGKAT 18: Fajar Hidayat, dkk. (UNY)
BAGI YANG BELUM MEMENANGKAN PADA SESI INI DAPAT MENCOBA KEMBALI DI TAHUN BERIKUTNYA :) TETAP SEMANGAT!!
catatan :
bagi pemenang 3 besar berkesempatan untuk menghadiri SEMINAR NASIONAL pada hari Kamis, 17 Desember 2015 di Aula Gd Pascasarjana FKIP UNS lt.3 sebagai pembicara pendamping dan mengikuti diskusi panel. Maka dari itu, dimohon untuk menyiapkan bahan presentasi.
MORE INFO :
Fiola (085726084234)
Selasa, 24 November 2015
SEMIAR NASIONAL DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI DIFABEL INTERNASIONAL
Datang dan Ikuti!
SEMINAR NASIONAL yang bertema "Pengembangan Aktivitas Seni dan Olahraga Adaptif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus."
yang diadakan oleh HMP PLB UNS dalam rangka memperingati Hari Difabel Internasional
Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunduh leaflet dibawah ini :
http://www.mediafire.com/download/966a96cdz96dcxm/seminar+nasional+PLB+2015.pdf
atau proposal seminar nasional dibawah ini :
http://www.mediafire.com/download/1sl1gorit9109nn/PROPOSAL+_SEMINAR+_NASIONAL+_TAHUN+_2015.docx
Dan untuk formulir pendaftaran dibawah ini :
http://www.mediafire.com/download/vvni5mvmtgcxr61/FORMULIR+PENDAFTARAN+SEMINAR.docx
Jangan sampai menyesal karena melewatkan acara ini, acara ini dilakukan pada Hari Kamis, 17 Desember 2015
Kami tunggu anda, di seminar kami. smile emoticon
Senin, 09 November 2015
LOMBA FOTOGRAFI NASIONAL
Dalam Rangka Memperingati Hari Difabel Internasional HMP PLB UNS mengadakan Lomba Fotografi Nasional yang bertema "Difabel Bisa!"
Lomba fotografi Nasional ini ditujukkan kepada kalian Para Mahasiswa Nasional diseluruh Indonesia dan Tidak ada biaya pendaftaran untuk perlombaan ini alias GRATIS!!
Syarat dan Ketentuan:
- Upload foto di instagram dengan Hastag #Di-Dy #HDIUNS2015 dan via email di: difabledayuns2015@gmail.com MAKSIMAL H-7 Di-Dy
- Foto diberi deskripsi (judul, caption, tanggal pengambilan, dan nama peserta)
- Foto dicetak oleh panitia, Peserta hanya mengisi formulir dan kemudian mengirim kembali formulir dalam bentuk SCAN disertai dengan kartu identitas diri (KARMAS/KTP).
- Peserta mencantumkan username instagram.
- Foto yang diikutsertakan bukan milik orang lain dan dapat dipertanggungjawabkan.
- Peserta Individu (Mahasiswa)
- Objek Foto anak Berkebutuhan Khusus.
- Olah digital diperbolehkan sebatas hanya untuk resize, cropping dan contrast.
- Dilarang menambah gambar apapun didalam karya foto yang dilombakan
- Peserta Hanya diperkenankan mengirim karya maksimal 2 foto.
- Karya Bebas dari berbagai kamera digital (warna/ hitam putih)
- Foto yang dilanggar tidak melanggar hak cipta
- Foto yang dilombakan tidak bersifat sadism atau hal-hal yang bersifat merendahkan atau melecehkan pihak lain.
- Dengan keikutsertaan peserta dianggap telah menerima dan menyetujui seluruh persyaratan.
- Pemenang ditentukan berdasarkan: a) Kesesuaian dengan tema; b) Foto dengan like terbanyak (Favorit)
formulir pendaftaran dapat dilihat dan diunduh di bawah ini :
Pendaftaran dan Pengumpulan foto mulai tgl 9 November 2015 - 6 Desember 2015.
Tahap penilaian tanggal 7 - 14 Desember 2015
Pengumuman dan Penyerahan hadiah 16 Desember 2015.
Yuk jadi bagian dari Para Agen Luar Biasa! Tunjukkan rasa kepedulian sosialmu dengan karyamu, dengan karya fotografimu ini dapat memasyarakatkan eksistensi Anak Berkebutuhan Khusus, agar dunia tidak melupakan bahwa mereka ada dan bisa seperti kita! smile emoticon
Segera daftarkan dirimu dan kami tunggu karya anda! grin emoticon
Yuk jadi bagian dari Para Agen Luar Biasa! Tunjukkan rasa kepedulian sosialmu dengan karyamu, dengan karya fotografimu ini dapat memasyarakatkan eksistensi Anak Berkebutuhan Khusus, agar dunia tidak melupakan bahwa mereka ada dan bisa seperti kita! smile emoticon
Segera daftarkan dirimu dan kami tunggu karya anda! grin emoticon
Minggu, 08 November 2015
Tunarungu
Siapakah Tunarungu ??
Hearing
impairment means loss in hearing, whether permanent or fluctualing, that
adversely affects a child’s educational performance
(the IDEA 04). Hearing impairment atau yang dapat kita sebut dengan tunarungu
menurut pengertian di atas adalah kehilangan pendengaran baik yang tetap atau
sementara yang dapat mempengaruhi pendidikan anak tersebut. Jika pengertian
tunarungu dilihat menurut istilah, yang berarti “tuna” yang artinya kurang
dan “rungu” yang artinya pendengaran. Kemudian menurut Andreas
Dwijosumarto dalam Seminar Ketunarunguan di Bandung (1988) dalam Permanarian
Somad dan Tati Hernawati (1996:27) mengemukakan “tunarungu dapat diartikan sebagai suatu keadaan kehilangan pendengaran
yang mengakibatkan seseorang tidak dapat menangkap berbagai perangsang terutama
melalui indera pendengaran”.
Menurut Heward & Orlansky (1988), “jika dalam proses mendengar tersebut
terdapat satu atau lebih organ telinga bagian luar, organ telinga bagian
tengah, dan organ telinga bagian dalam mengalami gangguan atau kerusakan
disebabkan penyakit, kecelakaan, atau sebab lain yang tidak diketahui sehingga
organ tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, keadaan tersebut
dikenal dengan berkelainan pendengaran atau tunarungu”. Dari beberapa
pengertian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa anak tunarungu adalah anak
yang mengalami hambatan dan kekurangan dalam proses mendengarkan baik yang
permanen/tetap atau sementara sehingga menyebabkan hambatan dalam proses
pendidikan, berkomunikasi/interaksi sosial dan untuk mengurangi hambatannya
serta mengembangkan bakat yang dimiliki, mereka membutuhkan pendidikan khusus
untuk dapat hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.
Sumber :
Efendi,
Mohammad. 2006. Pengantar Psikopedagogik
Anak Berkelainan. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Gunarhadi.
2014. Learning English Through Special
Education. Surakarta : Yuma Pustaka.
Santoso,
Hargio. 2012. Cara Memahami &
Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta : Gosyen Publishing.
Haenudin.
2013. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusu
Tunarungu. Jakarta : PT Luxima Metro Media.
Autis
| Siapakah Anak Autis ? |
Menurut
E. Kosasih (2012:45), autisme berasal dari kata autos yang berarti diri sendiri dan –isme yang berarti aliran. Autisme berarti suatu paham yang
tertarik hanya pada dunianya sendiri. Ada pula yang menyebutkan bahwa autisme
adalah gangguan perkembangan yang mencakup bidang komunikasi, interaksi, dan
perilaku. Gejalanya mulai tampak pada anak sebelum mencapai usia tiga tahun.
Definisi gangguan autistik dalam
DSM-IV, yang berada dalam buku Panduan Autisme Terlengkap sebagai berikut :
1. Terdapat
paling sedikit enam pokok dari kelompok 1, 2, dan 3 yang meliputi paling
sedikit dua pokok dari kelompok 1, paling sedikit satu pokok dari kelompok 2
dan paling sedikit satu pokok dari kelompok 3.
a. Gangguan
kualitatif dalam interaksi sosial yang ditunjukkan oleh paling sedikit dua di
antara yang berikut ini :
1) Ciri
gangguan yang jelas dalam penggunaan berbagai perilaku non verbal (bukan lisan)
seperti kontak mata, ekspresi wajah, gestur, dan gerak isyarat untuk melakukan
interaksi sosial.
2) Ketidakmampuan
mengembangkan hubungan pertemanan sebaya yang sesuai dengan tingkat
perkembangannya.
3) Ketidakmampuan
turut merasakan kegembiraan orang lain.
4) Kekurangmampuan
dalam berhubungan emosional secara timbal balik dengan orang lain.
b. Gangguan
kualitatif dalam berkomunikasi yang ditunjukkan oleh paling sedikit salah satu
dari yang berikut ini :
1) Keterlambatan
atau kekurangan secara menyeluruh dalam berbahasa lisan (tidak disertai usaha
untuk mengimbanginya dengan penggunaan gestur atau mimik muka sebagai cara
alternatif dalam berkomunikasi).
2) Ciri
ganggguan yang jelas pada kemampuan untuk memulai atau melanjutkan pembicaraan
dengan orang lain meskipun dalam percakapan sederhana.
3) Penggunaan
bahasa yang repetitif (diulang-ulang)
atau stereotip (meniru-niru) atau
bersifat idiosinktratik (aneh).
4) Kurang
beragamnya spontanitas dalam permainan pura-pura atau meniru orang lain yang sesuai
dengan tingkat perkembangannya.
c. Pola
minat perilaku yang terbatas, repetitif, dan
stereotip seperti yang ditunjukkan
oleh paling tidak satu dari yang berikut ini :
1) Meliputi
keasyikan dengan satu atau lebih pola minat yang terbatas atau stereotip yang bersifat abnormal baik
dalam intensitas maupun fokus.
2) Kepatuhan
yang tampaknya didorong oleh rutinitas atau ritual spesifik (kebiasaan
tertentu) yang non fungsional (tidak berhubungan dengan fungsi).
3) Perilaku
gerakan stereotip dan repetitif (seperti terus menerus
membuka-tutup genggaman, memuntir jari atau tangan atau menggerakkan tubuh
dengan cara yang kompleks.
4) Keasyikan
yang terus-menerus terhadap bagian-bagian dari sebuah benda.
2. Perkembangan
abnormal atau terganggu sebelum usia 3 tahun seperti ditunjukkan oleh
keterlambatan atau fungsi yang abnormal dalam paling sedikit satu dari
bidang-bidang berikut ini : (a) interaksi sosial, bahasa yang digunakan dalam
perkembangan sosial, (b) bahasa yang digunakan dalam komunikasi sosial, atau
(c) permainan simbolik atau imajinatif.
3. Sebaiknya
tidak disebut dengan istilah gangguan rett, gangguan integratif kanak-kanak,
atau sindrom asperger.
Autisme
merupakan gangguan perkembangan yang kompleks. Setiap anak autistik
memiliki ciri-ciri berbeda. Sebagian anak dengan kondisi yang berat menunjukkan
ciri yang menyolok, sementara yang lainnya hanya menunjukkan beberapa ciri yang
tidak terlalu terlihat. Sebagian anak membutuhkan penanganan individual dan
tetap tergantung pada orang lain sampai dewasa, sementara yang lainnya bisa
belajar di sekolah umum dan mampu mandiri.
Menurut Dr. Hardiono dalam E. Kosasih
(2012:45), gangguan autistik ditandai tiga gejala utama yaitu gangguan
interaksi sosial, gangguan komunikasi, dan perilaku stereotipik. Dari ketiga
gejala utama tersebut, yang perlu diperbaiki terlebih dahulu adalah interaksi
sosial, apabila interaksi membaik, sering kali gangguan komunikasi dan perilaku
stereotipik juga akan membaik secara otomatis.
Sementara itu, menurut Mudjito dalam E.
Kokasih (2012:46), autisme adalah anak yang mengalami gangguan berkomunikasi
dan berinteraksi sosial serta mengalami gangguan sensoris, pola bermain dan
emosi.
Jadi, anak autis adalah
anak yang mengalami gangguan dalam hal
komunikasi, interaksi sosial dan perilaku. Dengan kata lain, bahwa anak
tersebut memiliki dunia sendiri dan tidak menghiraukan keadaan lingkungan
sekitarnya. Hal ini dapat diketahui ketika anak berumur tiga tahun. Oleh karena
itu, mereka membutuhkan sebuah pendidikan dan terapi yang membantu mereka untuk
meminimalisir gangguannya.
Sumber :
Handoyo.2009.Autisme:pada Anak.Jakarta:Bhuana Ilmu
Populer
Kosasih,
E.2012.Cara Bijak Memahami Anak
Berkebutuhan Khusus.Bandung:Yrama Widya
Santoso, Hargio.2012.Cara
Memahami dan Medidik Anak Berkebutuhan Khusus.Yogyakarta:Goysen Publishing
Langganan:
Postingan (Atom)




