Menurut
E. Kosasih (2012:45), autisme berasal dari kata autos yang berarti diri sendiri dan –isme yang berarti aliran. Autisme berarti suatu paham yang
tertarik hanya pada dunianya sendiri. Ada pula yang menyebutkan bahwa autisme
adalah gangguan perkembangan yang mencakup bidang komunikasi, interaksi, dan
perilaku. Gejalanya mulai tampak pada anak sebelum mencapai usia tiga tahun.
Definisi gangguan autistik dalam
DSM-IV, yang berada dalam buku Panduan Autisme Terlengkap sebagai berikut :
1. Terdapat
paling sedikit enam pokok dari kelompok 1, 2, dan 3 yang meliputi paling
sedikit dua pokok dari kelompok 1, paling sedikit satu pokok dari kelompok 2
dan paling sedikit satu pokok dari kelompok 3.
a. Gangguan
kualitatif dalam interaksi sosial yang ditunjukkan oleh paling sedikit dua di
antara yang berikut ini :
1) Ciri
gangguan yang jelas dalam penggunaan berbagai perilaku non verbal (bukan lisan)
seperti kontak mata, ekspresi wajah, gestur, dan gerak isyarat untuk melakukan
interaksi sosial.
2) Ketidakmampuan
mengembangkan hubungan pertemanan sebaya yang sesuai dengan tingkat
perkembangannya.
3) Ketidakmampuan
turut merasakan kegembiraan orang lain.
4) Kekurangmampuan
dalam berhubungan emosional secara timbal balik dengan orang lain.
b. Gangguan
kualitatif dalam berkomunikasi yang ditunjukkan oleh paling sedikit salah satu
dari yang berikut ini :
1) Keterlambatan
atau kekurangan secara menyeluruh dalam berbahasa lisan (tidak disertai usaha
untuk mengimbanginya dengan penggunaan gestur atau mimik muka sebagai cara
alternatif dalam berkomunikasi).
2) Ciri
ganggguan yang jelas pada kemampuan untuk memulai atau melanjutkan pembicaraan
dengan orang lain meskipun dalam percakapan sederhana.
3) Penggunaan
bahasa yang repetitif (diulang-ulang)
atau stereotip (meniru-niru) atau
bersifat idiosinktratik (aneh).
4) Kurang
beragamnya spontanitas dalam permainan pura-pura atau meniru orang lain yang sesuai
dengan tingkat perkembangannya.
c. Pola
minat perilaku yang terbatas, repetitif, dan
stereotip seperti yang ditunjukkan
oleh paling tidak satu dari yang berikut ini :
1) Meliputi
keasyikan dengan satu atau lebih pola minat yang terbatas atau stereotip yang bersifat abnormal baik
dalam intensitas maupun fokus.
2) Kepatuhan
yang tampaknya didorong oleh rutinitas atau ritual spesifik (kebiasaan
tertentu) yang non fungsional (tidak berhubungan dengan fungsi).
3) Perilaku
gerakan stereotip dan repetitif (seperti terus menerus
membuka-tutup genggaman, memuntir jari atau tangan atau menggerakkan tubuh
dengan cara yang kompleks.
4) Keasyikan
yang terus-menerus terhadap bagian-bagian dari sebuah benda.
2. Perkembangan
abnormal atau terganggu sebelum usia 3 tahun seperti ditunjukkan oleh
keterlambatan atau fungsi yang abnormal dalam paling sedikit satu dari
bidang-bidang berikut ini : (a) interaksi sosial, bahasa yang digunakan dalam
perkembangan sosial, (b) bahasa yang digunakan dalam komunikasi sosial, atau
(c) permainan simbolik atau imajinatif.
3. Sebaiknya
tidak disebut dengan istilah gangguan rett, gangguan integratif kanak-kanak,
atau sindrom asperger.
Autisme
merupakan gangguan perkembangan yang kompleks. Setiap anak autistik
memiliki ciri-ciri berbeda. Sebagian anak dengan kondisi yang berat menunjukkan
ciri yang menyolok, sementara yang lainnya hanya menunjukkan beberapa ciri yang
tidak terlalu terlihat. Sebagian anak membutuhkan penanganan individual dan
tetap tergantung pada orang lain sampai dewasa, sementara yang lainnya bisa
belajar di sekolah umum dan mampu mandiri.
Menurut Dr. Hardiono dalam E. Kosasih
(2012:45), gangguan autistik ditandai tiga gejala utama yaitu gangguan
interaksi sosial, gangguan komunikasi, dan perilaku stereotipik. Dari ketiga
gejala utama tersebut, yang perlu diperbaiki terlebih dahulu adalah interaksi
sosial, apabila interaksi membaik, sering kali gangguan komunikasi dan perilaku
stereotipik juga akan membaik secara otomatis.
Sementara itu, menurut Mudjito dalam E.
Kokasih (2012:46), autisme adalah anak yang mengalami gangguan berkomunikasi
dan berinteraksi sosial serta mengalami gangguan sensoris, pola bermain dan
emosi.
Jadi, anak autis adalah
anak yang mengalami gangguan dalam hal
komunikasi, interaksi sosial dan perilaku. Dengan kata lain, bahwa anak
tersebut memiliki dunia sendiri dan tidak menghiraukan keadaan lingkungan
sekitarnya. Hal ini dapat diketahui ketika anak berumur tiga tahun. Oleh karena
itu, mereka membutuhkan sebuah pendidikan dan terapi yang membantu mereka untuk
meminimalisir gangguannya.
Sumber :
Handoyo.2009.Autisme:pada Anak.Jakarta:Bhuana Ilmu
Populer
Kosasih,
E.2012.Cara Bijak Memahami Anak
Berkebutuhan Khusus.Bandung:Yrama Widya
Santoso, Hargio.2012.Cara
Memahami dan Medidik Anak Berkebutuhan Khusus.Yogyakarta:Goysen Publishing