Minggu, 08 November 2015

Autis

Siapakah Anak Autis ?
       Menurut E. Kosasih (2012:45), autisme berasal dari kata autos yang berarti diri sendiri dan –isme yang berarti aliran. Autisme berarti suatu paham yang tertarik hanya pada dunianya sendiri. Ada pula yang menyebutkan bahwa autisme adalah gangguan perkembangan yang mencakup bidang komunikasi, interaksi, dan perilaku. Gejalanya mulai tampak pada anak sebelum mencapai usia tiga tahun.
Definisi gangguan autistik dalam DSM-IV, yang berada dalam buku Panduan Autisme Terlengkap sebagai berikut :
1.      Terdapat paling sedikit enam pokok dari kelompok 1, 2, dan 3 yang meliputi paling sedikit dua pokok dari kelompok 1, paling sedikit satu pokok dari kelompok 2 dan paling sedikit satu pokok dari kelompok 3.
a.       Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang ditunjukkan oleh paling sedikit dua di antara yang berikut ini :
1)      Ciri gangguan yang jelas dalam penggunaan berbagai perilaku non verbal (bukan lisan) seperti kontak mata, ekspresi wajah, gestur, dan gerak isyarat untuk melakukan interaksi sosial.
2)      Ketidakmampuan mengembangkan hubungan pertemanan sebaya yang sesuai dengan tingkat perkembangannya.
3)      Ketidakmampuan turut merasakan kegembiraan orang lain.
4)      Kekurangmampuan dalam berhubungan emosional secara timbal balik dengan orang lain.
b.      Gangguan kualitatif dalam berkomunikasi yang ditunjukkan oleh paling sedikit salah satu dari yang berikut ini :
1)      Keterlambatan atau kekurangan secara menyeluruh dalam berbahasa lisan (tidak disertai usaha untuk mengimbanginya dengan penggunaan gestur atau mimik muka sebagai cara alternatif dalam berkomunikasi).
2)      Ciri ganggguan yang jelas pada kemampuan untuk memulai atau melanjutkan pembicaraan dengan orang lain meskipun dalam percakapan sederhana.
3)      Penggunaan bahasa yang repetitif (diulang-ulang) atau stereotip (meniru-niru) atau bersifat idiosinktratik (aneh).
4)      Kurang beragamnya spontanitas dalam permainan pura-pura atau meniru orang lain yang sesuai dengan tingkat perkembangannya.
c.       Pola minat perilaku yang terbatas, repetitif, dan stereotip seperti yang ditunjukkan oleh paling tidak satu dari yang berikut ini :
1)      Meliputi keasyikan dengan satu atau lebih pola minat yang terbatas atau stereotip yang bersifat abnormal baik dalam intensitas maupun fokus.
2)      Kepatuhan yang tampaknya didorong oleh rutinitas atau ritual spesifik (kebiasaan tertentu) yang non fungsional (tidak berhubungan dengan fungsi).
3)      Perilaku gerakan stereotip dan repetitif (seperti terus menerus membuka-tutup genggaman, memuntir jari atau tangan atau menggerakkan tubuh dengan cara yang kompleks.
4)      Keasyikan yang terus-menerus terhadap bagian-bagian dari sebuah benda.
2.      Perkembangan abnormal atau terganggu sebelum usia 3 tahun seperti ditunjukkan oleh keterlambatan atau fungsi yang abnormal dalam paling sedikit satu dari bidang-bidang berikut ini : (a) interaksi sosial, bahasa yang digunakan dalam perkembangan sosial, (b) bahasa yang digunakan dalam komunikasi sosial, atau (c) permainan simbolik atau imajinatif.
3.      Sebaiknya tidak disebut dengan istilah gangguan rett, gangguan integratif kanak-kanak, atau sindrom asperger.
Autisme  merupakan gangguan perkembangan yang kompleks. Setiap anak autistik memiliki ciri-ciri berbeda. Sebagian anak dengan kondisi yang berat menunjukkan ciri yang menyolok, sementara yang lainnya hanya menunjukkan beberapa ciri yang tidak terlalu terlihat. Sebagian anak membutuhkan penanganan individual dan tetap tergantung pada orang lain sampai dewasa, sementara yang lainnya bisa belajar di sekolah umum dan mampu mandiri.
Menurut Dr. Hardiono dalam E. Kosasih (2012:45), gangguan autistik ditandai tiga gejala utama yaitu gangguan interaksi sosial, gangguan komunikasi, dan perilaku stereotipik. Dari ketiga gejala utama tersebut, yang perlu diperbaiki terlebih dahulu adalah interaksi sosial, apabila interaksi membaik, sering kali gangguan komunikasi dan perilaku stereotipik juga akan membaik secara otomatis.
Sementara itu, menurut Mudjito dalam E. Kokasih (2012:46), autisme adalah anak yang mengalami gangguan berkomunikasi dan berinteraksi sosial serta mengalami gangguan sensoris, pola bermain dan emosi.
Jadi, anak autis adalah anak yang mengalami gangguan dalam hal komunikasi, interaksi sosial dan perilaku. Dengan kata lain, bahwa anak tersebut memiliki dunia sendiri dan tidak menghiraukan keadaan lingkungan sekitarnya. Hal ini dapat diketahui ketika anak berumur tiga tahun. Oleh karena itu, mereka membutuhkan sebuah pendidikan dan terapi yang membantu mereka untuk meminimalisir gangguannya.
Sumber : 
Handoyo.2009.Autisme:pada Anak.Jakarta:Bhuana Ilmu Populer  
Kosasih, E.2012.Cara Bijak Memahami Anak Berkebutuhan Khusus.Bandung:Yrama Widya
Santoso, Hargio.2012.Cara Memahami dan Medidik Anak Berkebutuhan Khusus.Yogyakarta:Goysen Publishing  
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar